Diet untuk tekanan darah tinggi (hipertensi): apa yang harus dimakan dan dihindari

Isi
- Makanan penurun tekanan
- Berapa banyak garam yang boleh dikonsumsi per hari?
- Berapa banyak kopi yang direkomendasikan?
- Makanan yang Harus Dihindari
Makanan merupakan salah satu bagian terpenting dalam pengobatan tekanan darah tinggi, oleh karena itu harus dilakukan perawatan sehari-hari, seperti mengurangi jumlah garam yang dikonsumsi, menghindari gorengan dan makanan olahan jenis built-in dan kalengan, karena pada kandungan garamnya yang tinggi, dan memberikan preferensi pada makanan alami, seperti sayuran dan buah-buahan segar.
Selain itu, orang yang menderita tekanan darah tinggi harus meningkatkan konsumsi air dengan minum 2 hingga 2,5 liter sehari, serta meningkatkan aktivitas fisik secara teratur, seperti berjalan kaki atau berlari, minimal 3 kali seminggu.
Makanan penurun tekanan
Makanan yang paling cocok untuk menurunkan tekanan darah tinggi adalah:
- Semua buah segar;
- Keju tanpa garam;
- Minyak zaitun;
- Air kelapa;
- Sereal dan makanan utuh;
- Jus bit;
- Telur;
- Sayuran mentah dan dimasak;
- Daging putih, seperti ayam tanpa kulit, kalkun dan ikan;
- Kacang dan kacang tanah tawar;
- Yogurt ringan.
Penting juga untuk memasukkan makanan diuretik ke dalam makanan, seperti semangka, nanas, mentimun dan peterseli, sebagai tambahan untuk meningkatkan konsumsi air, karena ini membantu menghilangkan retensi cairan melalui urin dan mengatur tekanan darah.
Cari tahu tentang makanan diuretik lain yang membantu mengontrol tekanan.
Berapa banyak garam yang boleh dikonsumsi per hari?
Organisasi Kesehatan Dunia merekomendasikan 1 hingga 3 gram garam per hari untuk mencegah peningkatan tekanan darah. Garam terdiri dari klorin dan natrium, yang terakhir bertanggung jawab atas peningkatan tekanan darah.
Kebanyakan makanan mengandung sodium, terutama makanan industri, penting untuk diperhatikan dan dibaca label makanannya, dengan anjuran sodium harian antara 1.500 dan 2.300 mg per hari.
Untuk menggantikan garam, berbagai macam bumbu dan rempah aromatik dapat digunakan untuk menambah rasa pada makanan, seperti oregano, rosemary, peterseli dan ketumbar, misalnya.
Berapa banyak kopi yang direkomendasikan?
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kafein dapat meningkatkan tekanan darah dalam waktu singkat setelah dikonsumsi, terlepas dari apakah orang tersebut memiliki tekanan darah tinggi atau tidak.
Lebih banyak penelitian masih diperlukan tentang efek jangka panjangnya, namun beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi 3 cangkir kopi dalam jumlah sedang sehari memiliki manfaat kesehatan dan mencegah penyakit kardiovaskular, aritmia, dan diabetes.
Makanan yang Harus Dihindari
Makanan yang tidak boleh dikonsumsi jika terjadi tekanan darah tinggi adalah:
- Makanan yang digoreng secara umum;
- Keju seperti parmesan, provolone, Swiss;
- Ham, bologna, salami;
- Makanan tinggi lemak. Perhatikan dengan cermat label makanan;
- Makanan yang dibenamkan dan dikalengkan, seperti sosis asap, disajikan;
- Kalengan seperti tuna atau sarden;
- Permen;
- Sayuran dan sayuran yang sudah dimasak atau diasamkan;
- Buah-buahan kering, seperti kacang tanah dan kacang mete;
- Saus, seperti saus tomat, mayones, mustard;
- Worcestershire atau kecap;
- Kubus bumbu siap untuk dimasak;
- Daging, seperti hamburger, bacon, daging kering, sosis, dendeng;
- Anak-anak, pate, sarden, teri, cod asin;
- Acar, zaitun, asparagus, hati kalengan dari palem;
- Minuman beralkohol, minuman ringan, minuman energi, jus buatan.
Makanan ini kaya akan lemak atau natrium, mendukung penumpukan plak lemak di dalam arteri, yang menghalangi aliran darah dan akibatnya meningkatkan tekanan, oleh karena itu, harus dihindari setiap hari.
Dalam kasus minuman beralkohol, beberapa penelitian menunjukkan bahwa meminum segelas kecil anggur merah setiap hari memiliki manfaat bagi metabolisme dan sistem kardiovaskular, karena kaya akan flavonoid, polifenol, dan antioksidan, yang merupakan zat yang melindungi jantung.