Untuk apa Serebral Organoneuro digunakan?

Isi
Cerebral Organoneuro adalah suplemen makanan yang mengandung vitamin, mineral dan asam amino, penting untuk fungsi normal dari Sistem Saraf Pusat, yang dapat digunakan oleh orang-orang yang sedang menjalani diet ketat atau tidak memadai, orang tua atau orang yang menderita kondisi neurologis. dalam suplementasi diperlukan.
Suplemen makanan ini bisa dibeli di apotek, tanpa perlu resep, namun sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum melakukan pengobatan.

Cara Penggunaan
Dosis yang dianjurkan adalah 1 tablet sehari, atau jika perlu, Anda bisa minum 1 tablet di pagi hari dan satu tablet lagi di malam hari, sebaiknya setiap 12 jam, atau 1 tablet setiap 6 jam. Jika dibenarkan, dosisnya bisa diubah oleh dokter.
Bagaimana komposisinya
Organoneuro Serebral memiliki komposisinya:
Tiamin (Vitamin B1) | Berkontribusi pada metabolisme karbohidrat, meningkatkan fungsi otak dan jantung dengan benar. |
Pyridoxine (Vitamin B6) | Penting untuk metabolisme protein dan karbohidrat, ini berkontribusi pada berfungsinya sistem saraf dan kekebalan tubuh, penting untuk produksi sel darah merah dan hormon. |
Cyanocobalamin (Vitamin B12) | Penting untuk produksi sel darah merah dan untuk penggunaan asam nukleat untuk inti sel, ini berkontribusi pada berfungsinya semua sel, mengurangi risiko beberapa jenis anemia. |
Asam glutamat | Mendetoksifikasi sel saraf |
Asam gammaminobutyric | Mengatur aktivitas saraf |
Selain itu, suplemen ini juga mengandung mineral yang berkontribusi pada keseimbangan tubuh. Pelajari lebih lanjut tentang suplemen makanan.
Siapa yang tidak boleh menggunakan
Organoneuro serebral tidak boleh digunakan oleh orang yang hipersensitif terhadap salah satu komponen yang ada dalam formula dan harus digunakan dengan hati-hati oleh penderita diabetes, karena komposisinya mengandung gula.
Selain itu, sebaiknya juga tidak digunakan oleh wanita hamil tanpa nasehat medis.
Kemungkinan efek samping
Suplemen makanan ini umumnya dapat ditoleransi dengan baik, namun meskipun jarang, efek samping seperti mual, diare, atau kantuk dapat terjadi.