Cachexia: apa itu, penyebab, gejala dan pengobatan

Isi
Cachexia ditandai dengan penurunan berat badan dan massa otot yang ditandai, kelemahan dan kekurangan nutrisi yang biasanya tidak dapat diperbaiki bahkan dengan diet seimbang yang direkomendasikan oleh ahli gizi.
Keadaan ini biasanya akibat penyakit kronis, seperti penyakit kardiovaskular, penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) dan kanker, misalnya.

Gejala Cachexia
Gejala indikatif utama cachexia adalah:
- Penurunan berat badan;
- Keterlambatan perkembangan dalam kasus anak-anak;
- Kekurangan Gizi;
- Kehilangan massa otot, yang dikenal sebagai sarcopenia;
- Malabsorpsi usus;
- Mual;
- Kehilangan keterampilan motorik;
- Kelemahan;
- Penurunan aktivitas sistem kekebalan;
- Kelelahan yang berlebihan;
- Kehilangan selera makan.
Pada cachexia, hilangnya massa otot terjadi karena peningkatan metabolisme dan hilangnya nafsu makan, yang menyebabkan penggunaan protein dan lemak oleh tubuh. Penyebab cachexia harus diketahui sehingga pengobatan dimulai untuk meningkatkan kualitas hidup orang tersebut.
Bagaimana diagnosisnya
Diagnosis cachexia dibuat oleh dokter berdasarkan gejala dan karakteristik orang tersebut dan hasil tes laboratorium yang diminta. Dalam kasus pasien kanker, misalnya, cachexia dianggap ketika penurunan berat badan lebih dari 5%, ketika BMI kurang dari 20 dan penurunan berat badan lebih dari 2% atau ketika ada sarcopenia dan penurunan berat badan lebih dari dua%.
Penyebab utama
Cachexia biasanya disebabkan oleh penyakit kronis, yang utamanya adalah:
- Kanker;
- Penyakit kardiovaskular, seperti Gagal Jantung Kongestif;
- Insufisiensi ginjal;
- Masalah hati;
- Penyakit paru obstruktif kronis;
- Tuberkulosis;
- Infeksi kronis;
- AIDS;
- Cystic fibrosis;
- Leishmaniasis visceral.
Selain itu, cachexia bisa terjadi akibat keracunan dan luka bakar parah, misalnya.
Bagaimana pengobatan dilakukan
Pengobatan cachexia harus dilakukan dengan terapi fisik, nutrisi dan penggunaan obat-obatan. Fisioterapi penting untuk menghindari kehilangan massa otot yang berlebihan, selain untuk merangsang gerakan, karena pada cachexia orang tersebut dapat kehilangan kemampuan motorik.
Nutrisi pada kasus cachexia biasanya tidak efektif untuk penggantian massa otot, namun sangat penting bahwa pasien ini didampingi oleh ahli gizi untuk mencegah hilangnya lebih banyak nutrisi.
Mengenai obat-obatan, dokter mungkin merekomendasikan penggunaan hormon pertumbuhan, steroid, antiradang, antioksidan dan suplemen vitamin dan mineral, misalnya, untuk meredakan gejala.