Bagaimana cara mengobati dermatitis stasis

Isi
Dermatitis statis, atau eksim stasis, berhubungan dengan peradangan kronis pada kulit yang terjadi di daerah tungkai bawah, terutama di pergelangan kaki, karena sulitnya darah kembali ke jantung, menumpuk di daerah tersebut. Penyakit kronis ini ditandai dengan adanya perubahan warna kulit yang menjadi gelap akibat pengelupasan, panas dan edema.
Perawatan dilakukan sesuai petunjuk dokter kulit dan harus dilakukan secepatnya untuk menghindari munculnya komplikasi, seperti maag misalnya.


Penyebab utama
Penyebab utama dermatitis stasis adalah insufisiensi vena, yaitu ketika darah tidak dapat kembali ke jantung, menumpuk di kaki. Dengan demikian, jenis dermatitis ini lebih sering terjadi pada wanita dengan varises dan pembengkakan kaki.
Bagaimana pengobatan dilakukan
Pengobatan dermatitis stasis bertujuan untuk mengatasi insufisiensi vena, yaitu agar sirkulasi menjadi normal, sehingga mengurangi penumpukan darah di tungkai bawah.
Dokter kulit biasanya merekomendasikan penggunaan stoking kompresi elastis dan menyarankan orang tersebut untuk tidak duduk atau berdiri dalam waktu lama. Selain itu, kompres basah, salep ke tempat peradangan atau antibiotik oral dapat diindikasikan sesuai anjuran medis. Penting juga untuk mengambil beberapa tindakan pencegahan seperti melindungi lesi untuk mencegah infeksi dan, jika memungkinkan, mengangkat kaki untuk mencegah penumpukan darah.
Tidak disarankan untuk mengoleskan krim, salep atau penggunaan antibiotik yang tidak dianjurkan oleh dokter, karena dapat memperburuk peradangan, berujung pada komplikasi seperti dermatitis kontak, selulitis infeksius dan munculnya ulkus varises, yang sulit untuk menyembuhkan luka yang terletak. di pergelangan kaki dan yang timbul karena sirkulasi yang buruk. Ketika ulkus sangat agresif, cangkok kulit mungkin disarankan untuk meregenerasi jaringan yang terkena. Pahami apa itu ulkus varises dan bagaimana pengobatan dilakukan.
Gejala dermatitis stasis
Gejala yang biasanya terkait dengan dermatitis stasis adalah:
- Kulit merah dan hangat;
- Mengelupas;
- Kulit menjadi gelap;
- Kurangnya sirkulasi darah di pergelangan kaki;
- Luka di tempat peradangan;
- Gatal;
- Pembengkakan;
- Kemungkinan infeksi bakteri lebih tinggi.
Saat gejala muncul, penting untuk berkonsultasi dengan dokter kulit agar diagnosis dibuat dan perawatan yang tepat dapat dimulai.
Diagnosis biasanya dibuat dengan mengamati gejala dan karakteristik kulit, tetapi tes laboratorium juga dapat dilakukan untuk menilai aliran darah dan tes pencitraan seperti USG.