Sakit di atas kepala: penyebab utama dan apa yang harus dilakukan

Isi
- 1. Sakit kepala tegang
- 2. Migrain
- 3. Minum air es dengan cepat
- 4. Pergi tanpa tidur
- 5. Neuralgia oksipital
Penyebab utama sakit kepala adalah sakit kepala tegang, tetapi ada penyebab lain, seperti migrain atau kurang tidur, misalnya. Meskipun banyak sakit kepala secara alami membaik seiring waktu, Anda perlu mewaspadai tanda dan gejala yang ditimbulkannya.
Secara umum, kebanyakan sakit kepala tidak menunjukkan penyakit serius, tetapi jika parah dan terus-menerus, penting untuk berkonsultasi dengan ahli saraf.
Lihat penyebab utama sakit kepala yang terus-menerus.

1. Sakit kepala tegang
Sakit kepala tegang adalah penyebab utama sakit kepala. Jenis rasa sakit ini muncul ketika orang tersebut merasa lebih cemas atau stres, yang sangat umum dalam kehidupan sehari-hari, tetapi tidak melumpuhkan, yaitu orang tersebut mampu mempertahankan aktivitas rutin yang normal. Selain itu, sakit kepala tegang juga ditandai dengan:
- Berat, tekanan atau perasaan kencang, meniru ikat kepala atau helm yang ketat di sekitar kepala;
- Intensitas ringan atau sedang;
- Intoleransi terhadap suara yang lebih intens;
- Durasi jam sampai tujuh hari.
Meski begitu, frekuensinya bisa sangat bervariasi, terjadi kurang dari sekali dalam sebulan atau selama lebih dari 15 hari.
Apa yang harus dilakukan: dalam beberapa kasus sakit kepala tegang membaik setelah menggunakan obat atau bersantai. Jika sakit kepala karena tegang tidak membaik atau berlangsung lebih dari 15 hari, mungkin perlu mencari bantuan dari ahli saraf untuk merekomendasikan pengobatan dengan pereda nyeri yang sesuai. Lihat lebih detail tentang bagaimana pengobatan sakit kepala tegang dilakukan.
2. Migrain
Migrain adalah penyebab lain rasa sakit di atas kepala, meski bisa juga muncul di satu sisi kepala atau di belakang leher. Migrain dapat menyebabkan nyeri berdenyut yang parah, dan umum terjadi pada orang dengan kecenderungan genetik dan stres. Selain itu, Anda mungkin mengalami gejala seperti mual, tangan dingin; dan kepekaan terhadap cahaya dan suara.
Migrain dapat dirasakan di sisi kanan atau kiri kepala, tetapi lebih sering terjadi di sisi kiri, sangat tidak nyaman dan melumpuhkan rasa sakit. Ketahui lebih banyak gejala migrain.
Apa yang harus dilakukan: Menjaga rutinitas olahraga yang teratur dapat meningkatkan sirkulasi darah dan meredakan nyeri. Selain itu, berlatih meditasi dan yoga dapat membantu untuk rileks dan mengontrol permulaan krisis. Jika tidak ada perbaikan dengan alternatif ini, penting untuk mencari ahli saraf untuk melakukan pengobatan dengan obat pencegahan dan bantuan segera, seperti pereda nyeri.
3. Minum air es dengan cepat
Sakit kepala akibat rangsangan dingin biasanya timbul setelah meminum sesuatu yang sangat dingin dan dikenal sebagai "pembekuan otak", nyeri yang dirasakan di dekat bagian atas kepala, intens dan berlangsung selama beberapa detik.
Apa yang harus dilakukan: untuk menghindari sakit kepala akibat rangsangan dingin, cukup konsumsi minuman yang sangat dingin lebih lambat atau konsumsi minuman pada suhu alami.

4. Pergi tanpa tidur
Sakit kepala akibat tidur sedikit bisa menyerang siapa saja, bahkan mereka yang tidak cenderung. Kualitas tidur yang buruk, baik karena ketidakcukupan atau gangguan, biasanya menyebabkan nyeri hebat yang mirip dengan beban atau tekanan di kepala. Selain itu, tidak tidur berbahaya bagi kesehatan dan memperburuk daya ingat.
Apa yang harus dilakukan: tidur lebih banyak, mengurangi stres dan menjaga postur tubuh yang baik, bahkan saat duduk, dapat mencegah berbagai jenis sakit kepala. Rekomendasinya adalah tidur 6 sampai 8 jam semalam dan berinvestasi di tempat yang gelap, tenang dan nyaman untuk tidur, selain kursi ergonomis jika Anda duduk di meja untuk bekerja.
Simak 10 tips untuk tidur malam yang nyenyak.
5. Neuralgia oksipital
Neuralgia oksipital terjadi ketika saraf yang berpindah dari tulang belakang ke kulit kepala rusak, teriritasi atau terjepit, yang dapat menyebabkan nyeri di bagian belakang kepala, atau rasa sesak di bagian atas kepala.
Ciri-ciri lain yang dapat membantu mengenali neuralgia oksipital adalah nyeri yang terasa seperti sengatan listrik dan nyeri yang meningkat seiring dengan gerakan.
Apa yang harus dilakukan: mengoleskan kompres panas, pijat dan fisioterapi dapat meringankan gejala. Jika rasa sakit terus berlanjut, berkonsultasi dengan ahli saraf mungkin penting, karena obat anti-inflamasi dan pelemas otot dapat diresepkan. Selain itu, dokter ini mungkin meresepkan obat anti kejang untuk tujuan pencegahan. Lebih memahami pengobatan untuk neuralgia.