Tinggi atau rendahnya hemoglobin: apa artinya dan nilai referensi

Isi
Hemoglobin, atau Hb, adalah komponen sel darah merah dan fungsi utamanya adalah mengangkut oksigen ke jaringan. Hb terdiri dari kelompok heme, yang dibentuk oleh besi, dan rantai globin, yang dapat berupa alfa, beta, gamma atau delta, menghasilkan jenis utama hemoglobin, seperti:
- HbA1, yang dibentuk oleh dua rantai alfa dan dua rantai beta dan hadir dalam konsentrasi yang lebih tinggi di dalam darah;
- HbA2, yang dibentuk oleh dua rantai alfa dan dua rantai delta;
- HbF, yang dibentuk oleh dua rantai alfa dan dua rantai gamma dan terdapat dalam konsentrasi yang lebih besar pada bayi baru lahir, dengan konsentrasinya yang menurun sesuai perkembangan.
Selain jenis utama ini, ada juga Hb Gower I, Gower II dan Portland, yang hadir selama kehidupan embrio, dengan penurunan konsentrasi dan peningkatan HbF saat mendekati kelahiran.
Hemoglobin terglikasi
Hemoglobin terglikasi, disebut juga hemoglobin terglikosilasi, adalah tes diagnostik yang bertujuan untuk memeriksa jumlah glukosa medis dalam darah selama 3 bulan, sangat cocok untuk diagnosis dan pemantauan diabetes, serta menilai tingkat keparahannya.
Nilai normal hemoglobin terglikasi adalah 5,7% dan diabetes dikonfirmasi bila nilainya sama dengan atau lebih besar dari 6,5%. Pelajari lebih lanjut tentang hemoglobin terglikasi.
Hemoglobin dalam urin
Kehadiran hemoglobin dalam urin disebut hemoglobinuria dan biasanya merupakan indikasi infeksi ginjal, malaria atau keracunan timbal, misalnya. Identifikasi hemoglobin dalam urin dilakukan melalui tes urin sederhana, yang disebut EAS.
Selain hemoglobin, nilai hematokrit juga menunjukkan adanya perubahan dalam darah seperti anemia dan leukemia. Lihat apa itu hematokrit dan bagaimana memahami hasilnya.